Puisi Hujan
Aaarggh!
Hujan menghalangi pandanganku
Mendung mengaburkan ketajamanku
Karena aku terus memandangi pintu itu
Menunggu pintu itu meluapkanmu
Bunga-bunga yang bermekaran setelah hujan
Akan lebih baik daripada ini
Pelangi yang tersenyum setelah hujan
Akan lebih baik daripada bau tetesanmu
Tapi cerita ini akan berbeda
Karena disetiap hal yang tak diinginkan
Pasti akan ada satu hal baik
Yang kadang tak disadari
Tetesan hujan ini menjadi tirai sederhana
Pembatas pandanganku menuju pintu itu
Entah apa yang akan aku rasakan saat melihatmu benar-benar keluar
Yang pasti ada rasa aneh dari balik tulang rusukku
Hati? Jantung? Paru-paru? Entahlah
Tapi kata petir
Rasa aneh ini bukan dari balik rusukku
Ini berasal dari otakku
Otak yang tak henti-hentinya membuatku menunggu
Otak yang membuatku tak tahu harus berbuat apalagi
Yang aku tahu menunggu dan menunggu
Menunggumu keluar dari pintu sederhana itu
Dan menyibak tirai hujan
Hujan menghalangi pandanganku
Mendung mengaburkan ketajamanku
Karena aku terus memandangi pintu itu
Menunggu pintu itu meluapkanmu
Bunga-bunga yang bermekaran setelah hujan
Akan lebih baik daripada ini
Pelangi yang tersenyum setelah hujan
Akan lebih baik daripada bau tetesanmu
Tapi cerita ini akan berbeda
Karena disetiap hal yang tak diinginkan
Pasti akan ada satu hal baik
Yang kadang tak disadari
Tetesan hujan ini menjadi tirai sederhana
Pembatas pandanganku menuju pintu itu
Entah apa yang akan aku rasakan saat melihatmu benar-benar keluar
Yang pasti ada rasa aneh dari balik tulang rusukku
Hati? Jantung? Paru-paru? Entahlah
Tapi kata petir
Rasa aneh ini bukan dari balik rusukku
Ini berasal dari otakku
Otak yang tak henti-hentinya membuatku menunggu
Otak yang membuatku tak tahu harus berbuat apalagi
Yang aku tahu menunggu dan menunggu
Menunggumu keluar dari pintu sederhana itu
Dan menyibak tirai hujan
Komentar
Posting Komentar