Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Hujan dan Awan

Hujan dan awan. Awan cerah yang bergerak perlahan, pergi entah kemana, meninggalkan awan-awan lainnya, bahkan kawannya sendiri, awan gelap. Kanvas biru kini kelabu, bahkan senja tak dapat menorahkan semburat mega senjanya, tak henti-hentinya seperti itu. Hujan pun tak mau kalah. Ia seperti ingin cepat-cepat tiba, seperti tergesa-gesa  ingin segera jatuh menyentuh tanah, dan menghasilkan aroma-aroma khas yang hanya dimilikinya. Hujan dan awan, suatu perpaduan yang tak mungkin bisa dipisahkan, bahkan oleh sang matahari.
Tuan, aku hanya bisa mengangumimu dari jauh, jadi pantas saja kalau kita tak pernah bicara bahkan menyapa. Tuan, aku hanya wanita tengil konyol yang sedang senang memandangimu berjalan dari balik jendela kaca ini, juga wanita alay yang sedang suka mencari-cari keberadaanmu jika saja kamu ada di depan kelasmu. Tuan, kata beberapa temanku, aku harus berani menyapamu. Tapi tuan, aku selalu berusaha menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya. Tuan, aku tahu kau punya wanita yang sangat cantik disana, wanita baik, pintar, terkenal. Wanita yang (sepertinya) akan selalu kau puja. Asal kamu tahu tuan, aku disini sebenarnya hanya takut terabaikan lagi, seperti yang sudah-sudah terjadi.

Hanya jika

Jika aku bisa Jika aku mampu Jika aku berani Jika aku punya cukup nyali Aku akan tanyakan kabarmu, kan ku sapamu setiap waktu Akan ku dengarkan semua keluh kesahmu, semua cerita sedih susahmu Apalagi jika kamu sudi untuk mendengarkan ceritaku, kan ku ceritakan semuanya, Semua kata yang selama ini ku rangkai dalam dunia khayalku, Semua dongeng yang pernah kubuat pasti akan aku curahkan Semua itu adalah jika Jika jika dan jika Jika iya maka iya Jika tidak maka tidak Jika aku tak sepengecut ini Jika kamu tak sedingin itu

16

Gambar
Terimakasih beribu ribu terimakasih Saya 16 tahun sekarang 16 bukan angka sedikit 16 masih angka labil 16 masih belum sempurna 16 juga belum dewasa Tapi saya coba mengerti diri Coba pahami diri Lalu koreksi diri Dan benahi diri :) 3 April 2014

Aku Ingin

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada" - Sapardi Djoko Damono

Sekedar pesan

Untuk seseorang yang setiap hari hanya bisa kutatap akun whatsapp nya, Kalau ketenanganku adalah menatap fotomu yang kucuri-curi dari media sosial, atau kebahagianku adalah melewati kelasmu dan melihatmu walaupun kurang dari satu detik, Aku akan melakukannya terus sampai aku nanti terjatuh dan menyerah Ketenanganku, tanpa mengganggu ketenanganmu Kebahagiaanku, tanpa mengganggu kebahagiaanmu Mungkin terdengar egois, Namun aku tak tahu apalagi yang harus aku lakukan Aku sudah cukup peka selama ini, melihatmu yang malah bersembunyi saat melihatku menuju ke kelasmu, atau kau yang hanya membaca pesan singkat nekad ku tanpa membalas sepatah katapun Tapi aku belum terjatuh, aku belum menyerah Akhir kata, Maaf dan terimakasih,

Untuk Sang Putri

Buat apa terus bermuram durja? Buat apa terus mengisi timeline mu dengan majas-majas haru nan menghanyutkan sehingga menjadikanmu seolah-olah orang yang paling menyedihkan di dunia. Ketika semua bertanya-tanya 'itu semua untuk apa?' Kau jawab 'untuk orang yang aku rindukan, untuk orang yang menyakitiku, untuk orang yang jauh disana' dan apapun itu alasanmu. Benarkah? Bukankah kau tak pernah benar-benar merindukannya? Bukankah kau tak pernah mendengar suaranya dari ujung telepon? Kenapa kau begitu berlebihan. Sudahlah, hentikan semua ini. Selagi kau belum benar-benar jatuh cinta, selagi belum banyak orang yang menilaimu yang tidak-tidak, selagi kau belum benar-benar bersedih hati dan tersakiti. Dan selagi kau masih berbahagia.
"Kalau keresahan mulai muncul dalam dirimu, itu pertanda kalau perjalananmu akan segera dimulai. Tenanglah, redamlah egomu. Aku akan ada disana. Didalam dirimu, dan mematikan semua gejolak resah gelisahmu." Sekardinl, Di suatu tempat dimana kamu sering berdiam.

Akankah aku menjadi bagian dari perjalananmu

Gambar
Tujuan adalah impian Perjalanan adalah kesulitan Dan ujungnya adalah kepuasan Aku bilang kalau perjalanan itu adalah yang paling melelahkan. Namun perjalanan akan menjadi sedikit tidak melelahkan kalau kita sudah punya tujuan, dan tahu jalan menggapai tujuan itu. Penunjuk arah, peta, jas hujan, mungkin akan membantumu. Tapi kubilang, aku akan membantumu lebih dari sekedar benda-benda itu. Membantumu mencari tujuan, menentukan dan menemukan jalan (bahkan membuat jalan pintas), juga menghiburmu selagi kau lelah, sampai kita mencapai ujung dari itu.