Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Temodemo No Namida - JKT48

Hujan rintik-rintik yang mulai turun Akupun menutup layar kisah ini Bagai menurunkan layar warna perak Itulah cinta pertama diriku Ku terus menunggu di jalan yang kedua Ku ingin panggil namun ku tak bisa Saat ku lihat ke bawah Bunga Ajisai pun menangis Walau ku sangat ingin bertemu, walau ku menyukaimu Kau jalan berlalu di depan mataku Walaupun jadi begini aku tetap melihatmu Dari tempat ini Walau ku sangat ingin bertemu, walau ku menyukaimu Kau bahkan tidak menoleh ke arahku Walaupun ku pakai payung, pipiku pun tetap basah Diri ini tak berdaya Temodemo no Namida Di jalan yang penuh kesedihan ini Aku berjalan seorang diri Dalam hati ini diriku tersesat Rasa sayang yang tak seorangpun tahu Bunga ajisai yang suka akan hujan Memejamkan mata di hari cerah Mendung nan jauh disana Apakah kau yang memikirkannya Walau sesedih apapun juga, walaupun tak bisa juga Biarkan aku tetap menjadi gadis Ku tak akan melupakan jejak langkah kenangan Bertemu denganmu Wala...

Kagum

Sesuatu yang mungkin biasa saja, jika kita sudah memilih untuk mengaguminya, itu semua akan berubah menjadi luar biasa. Aku duduk memperhatikan orang-orang. Dan tak sengaja mataku menangkapmu. Kau berjalan dengan caramu, lalu tersenyum dengan senyuman mautmu, dan berjalan mendekatiku. Mulutmu berucap "Haloo.. Selamat siang, gimana udah capek pelajaran belum? Hahaha semangat ya!" Lalu pergi meninggalkanku yang terbang dan tersenyum senang. Yah itu semua khayal indah dan luar biasaku. Jelas saja, pada kenyataan, semuanya biasa saja. Dengan wajah santai, kau bercengkrama dengan teman-temanmu sambil berjalan ke arah kelasmu. Melewati kerumunan orang-orang itu. Tanpa sadar bahwa ada mata yang tak lepas memandangimu dari kejauhan, dan berkhayal.

Waiting (Endah n Rhesa)

I start to write a love letter, when I first met you there But I still keep it on my secret place I’m not the only one who adores you anyway But someday you will know that I am here I’m just waiting for a moment to tell you I’m waiting, and I’ll make you all mine I’m just waiting, waiting, waiting… I don’t care what people say about who you are and what you do And all I see is that perfect lies in you I believe that the time will come and we will be together Oh I am so in love with you, and I’m falling, I’m falling for you

Sapaan untuk langit

Hai langit, sapaku. Lalu aku tersenyum. Mustahil. Inilah yang aku impi-impikan sejak dulu. Menyapamu yang jelas-jelas tak akan mendengarku. Hai langit, kataku. Apakah kau masih mengingatku? Apakah kau sudi untuk merindukanku? Aku disini selalu mengingatmu, selalu merindukanmu, selalu ingin menghampirimu. Hai langit. Maukah kau menungguku? Aku masih tersesat disini. Aku sedang kebingungan disini. Bisakah kau menyisakan sedikit ruang disana? Untukku. Hai langit. Aku hanya bongkahan kecil yang tak berarti disini. Tapi aku akan menjadi terang dan memiliki cahaya sendiri jika aku bersamamu. Hai langit. Tahukah kamu, aku bintang kecil yang jatuh tanpamu. Aku membutuhkanmu, dan aku harap kau juga membutuhkanku. Semoga suatu saat aku akan ada disana bersamamu langit, doaku.

Firasat

Lagu-lagu di handphone ku terus mengalun. Aku melamun mendengarkannya. Dengan headphone yang menggantung di telingaku. Sampai akhirnya sampai pada satu lagu yang membuatku semakin masuk dalam dunia khayalku. "Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu Desau angin meniupkan namamu Tubuhku terpaku" Aku ada di hamparan rumput yang sangaaaat indah. Bagaikan di new zealand :D "Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu" Aku duduk di depan jendela. Terus menatap langit malam. Seakan kamu sedang tersenyum kepadaku. "Tabur bintang serupa kilau auramu"  Kamu terus tersenyum kepadaku dari atas sana. Pesonamu begitu kuat. "Aku pun sadari, ku segera berlari"   Aku berdiri dan bangkit dari tempat dudukku. Aku segera berlari. Entah kemana. Yang penting adalah aku harus menemuimu. "Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi Firasatku ingin kau tuk cepat pulang Cepat kembali, jangan pergi lagi" "Akhirnya bagai sungai yang mendamba...

Kali ini aku suka hujan

Rintik hujan itu menari-nari dihadapanku. Terlihat ceria sekali. Aku terus duduk sambil menatapinya. Entah apa yang aku pikirkan, aku tak tahu. Hujan turun semakin deras. Membuat jalanan didepanku tak terlihat. Aku mengalihkan pandanganku ke arah tempat duduk kosong di halte penungguan bus di kanan kiriku. "Aku sendirian disini, tanpa handphone yang biasanya menemaniku" gumamku dalam hati. Ya, kali ini handphone ku kehabisan baterai, coba saja kalau tidak, setidaknya aku tidak merasa sepi seperti ini. Terlihat sorot lampu motor mendekati pinggiran jalan. Terlihat disana seseorang yang menggunakan pakaian sama sepertiku, dan sepertinya aku mengenalinya. Orang itu adalah orang yang selalu membuatku melamun akhir-akhir ini. Kamu terlihat kedinginan, seragammu basah, tapi tidak terlalu. Kamu mengusap-usapkan kedua telapak tanganmu sambil meniup-niupnya. Aku sering mendapatkan pemandangan seperti ini ketika kamu terlambat masuk ke kelas saat hari sedang hujan. Kamu berjalan m...

Bersembunyi

Wanita beruntung itu berjalan mengamit lenganmu. Melewati koridor dengan santainya. Tak menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasimu. Sampai kapan akan seperti ini? Tak terbayangkah olehmu rasa sakit yang kualami kini? Oh aku salah. Untuk apa kamu membayangkan kesakitan ku sedangkan kamu sedang berada di tengah-tengah lautan kebahagiaan. Aku memang harus kuat. Aku kan malaikat. Malaikat tanpa sayap yang selalu melindungimu dari semua hal buruk yang akan menghantammu. Kecuali satu, melindungimu dari pesona wanita yang sangat beruntung itu. Kalian terus berjalan dengan santainya. Bahkan melewatiku. Kamu bodoh? atau memang tak peduli? kamu seperti manusia tak punya hati! Apakah kita memang benar-benar tak jodoh? sedikitpun kamu tak merasakannya? ataupun melihat mataku yang berkaca-kaca ini? Sial. Setelah semua hal yang pernah kita lewati, semua hal yang pernah kita tertawai bersama, semua hal yang membuat kita terlihat bodoh bersama. Kamu pasti tak akan mendapatkan rasa yan...

Pertanyaan-pertanyaan untukmu

Rasanya ada yang berbeda. Semua tak lagi sama. Entah hanya aku, atau juga kamu. Tapi perkiraanku itu hanya rasa aneh yang ada dalam diriku saja. Karena aku pikir kamu tak mersakannya. Rasa yang berbeda ketika kita saling tertawa. Rasa yang berbeda ketika kita mata kita saling bertemu. Aku takut. Jelas aku takut. Perasaan konyol ini muncul lagi. Setelah lama hilang, entah kapan hilangnya dan entah kapan muncul kembali. Aku takut suatu saat nanti aku jauh dari senyum dan tawa-tawamu bahkan menghilang dari itu. Karena tubuh ini terasa tersiksa ketika tak ada di sisimu. Tapi apa? ketika kau benar-benar di sisiku aku malah tak bisa berbuat apa-apa. Jangankan menyentuhmu, menatapmu saja membuat jantungku berdegup kencang. Otakku juga demikian. Saat tak berada di dekatmu, otakku ini berfikir semua tentangmu, tentang hal-hal yang sangat biasa yang pernah kita lakukan. Bahkan sialnya, otakku ini mengingatmu lebih mudah daripada mengingat satuan-satuan fisika ataupun rumus-rumus matematika. ...

I Think I'm Fiveteen Now

Thanks a lot to Allah Thanks a lot to My familly Thanks a lot to all of my friends.....  Especially all of my friends in robint 9A!!  You're very awesome guys.. Yes! 9A They're a friends that makes my day full of laugh, full of  joke, full of  new things, and........ anythings Maybe it' s the last birthday that I can go through with you , with all smiles and all surprises from you But you're always stuck on my brain and on my heart friends *tsaaah* Once again thankyou very much :)

Harlem Shake Robintedition !

Gambar

Warna Warna Khayalan

Burung-burung ketas itu menggambarkan perasaanku Ya! Burung-burung kertas itu Burung-burung kertas itu seakan bisa terbang Burung-burung kertas itu seakan bisa hinggap di bahumu Burung warna warni itu menggambarkan mimpiku Mimpiku untuk mengenalmu Mimpiku untuk memasuki duniamu Tapi itulah mimpi Tak akan seindah khayal jika tak diusahakan Tapi apa? Otakku tak bisa Jangankan mengusahakannya Berfikir saja tak bisa Seakan ada kekuatan besar dari dirimu yang membuatku tak bisa berkata-kata saat berada di dekatmu Oh mungkin aku salah Bukan dekat, jauh Yang penting adalah Burung-burung kertas itu aku! Burung-burung kertas itu akan menghampirimu Hinggap di bahumu Dan membisikkan perasaanku Dikhayalku..

Puisi Hujan

Aaarggh! Hujan menghalangi pandanganku Mendung mengaburkan ketajamanku Karena aku terus memandangi pintu itu Menunggu pintu itu meluapkanmu Bunga-bunga yang bermekaran setelah hujan Akan lebih baik daripada ini Pelangi yang tersenyum setelah hujan Akan lebih baik daripada bau tetesanmu Tapi cerita ini akan berbeda Karena disetiap hal yang tak diinginkan Pasti akan ada satu hal baik  Yang kadang tak disadari Tetesan hujan ini menjadi tirai sederhana Pembatas pandanganku menuju pintu itu Entah apa yang akan aku rasakan saat melihatmu benar-benar keluar Yang pasti ada rasa aneh dari balik tulang rusukku Hati? Jantung? Paru-paru? Entahlah Tapi kata petir Rasa aneh ini bukan dari balik rusukku Ini berasal dari otakku Otak yang tak henti-hentinya membuatku menunggu Otak yang membuatku tak tahu harus berbuat apalagi Yang aku tahu menunggu dan menunggu Menunggumu keluar dari pintu sederhana itu Dan menyibak tirai hujan