Sapaan untuk langit
Hai langit, sapaku. Lalu aku tersenyum.
Mustahil. Inilah yang aku impi-impikan sejak dulu.
Menyapamu yang jelas-jelas tak akan mendengarku.
Hai langit, kataku.
Apakah kau masih mengingatku?
Apakah kau sudi untuk merindukanku?
Aku disini selalu mengingatmu, selalu merindukanmu, selalu ingin menghampirimu.
Hai langit. Maukah kau menungguku?
Aku masih tersesat disini.
Aku sedang kebingungan disini.
Bisakah kau menyisakan sedikit ruang disana? Untukku.
Hai langit.
Aku hanya bongkahan kecil yang tak berarti disini.
Tapi aku akan menjadi terang dan memiliki cahaya sendiri jika aku bersamamu.
Hai langit.
Tahukah kamu, aku bintang kecil yang jatuh tanpamu.
Aku membutuhkanmu, dan aku harap kau juga membutuhkanku. Semoga suatu saat aku akan ada disana bersamamu langit, doaku.
Komentar
Posting Komentar