Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Dalam Terlalu Cinta Jatuh

Gambar
Aku jatuh cinta terlalu dalam Pada pria yang sudah lebih dulu jatuh cinta pada kopinya, Aku jatuh cinta terlalu dalam Pada pria yang memilih menutup rapat rapat hatinya, Aku jatuh cinta terlalu dalam Pada pria yang menyimpan rapi masa lalunya, Aku jatuh cinta terlalu dalam Pada pria yang takkan kutemui di dunia nyata, Dalam Terlalu Cinta Jatuh

untitled

hanya ini yang bisa kulakukan, menatap fotomu yang diterpa sinar senja keemasan, sambil bertanya dalam hati, 'mungkinkah suatu saat kita bertemu lagi?'

Danke!

Kuseduh sedikit kopi malam itu, sedikit saja, hanya setengah gelas. Kuhirup dalam-dalam aromanya. Hangat, lalu kuminum sedikit demi sedikit untuk menenangkan dan menahan rasa kantukku. Malam itu tanggal 2 April, kutunggu-tunggu kehadirannya. Karena esok, adalah ulangtahunku, umurku menginjak tujuh belas. Tak sedikit, tak juga banyak. Malam semakin larut, kopiku mulai dingin. Pukul 12 lewat, dan aku mulai merasakannya. "Ah ternyata tak ada yang spesial" pikirku, Lalu segera kutarik selimutku, kubiarkan kopiku begitu saja. Esok paginya, masih biasa saja. Hanya alarm handphoneku yang membangunkanku, juga dering sms dari ayahku yang jauh disana yang memberi ucapan selamat dan doa-doa tulusnya. Lalu ketika akhirnya kubuka line, kubaca semua pesan dari kalian, teman-temanku. Seakan-akan kalian semua didekatku, memelukku erat, rasanya. Doa-doa yang kalian tulis, terbaca jelas di layar handphoneku. Aku amini setiap tulisan, kuucapkan banyak terimakasih atas kehangatan pesan ya...
     Akulah gadis kecil yang menatapmu tajam waktu itu. Ketika aku menginjakkan kakiku di sekolahmu, sekolah yang kini jadi sekolahku juga. Kamu sangat sibuk waktu itu, ah jangankan melihatku, mungkin menyadari tatapanku saja mungkin tidak. Kamu berjalan mengitari barisan, mengabsen satu persatu murid baru yang akan jadi adik kelasmu. Lucu rasanya aku bisa sangat terkagum denganmu, padahal namamu saja aku tak tahu. Kukirimkan segulung surat yang ah mungkin itu aneh bagimu. Gadis kecil mengungkapkan kekagumannya sejak pertama kali bertemu, mungkin kamu anggap itu hanya bagian dari tugasku yang harus kuselesaikan. Lalu sejak itu, kuputuskan untuk mengagumimu, entah kamu akan peduli atau tidak.      Rasanya baru kemarin semua itu terjadi. Saat aku menyelipkan snack coklat murahan yang kubeli di kantin ke tasmu, saat aku merasa gila ketika kamu berbicara padaku, walaupun hanya sebatas mengucapkan kata terimakasih.      Tapi sekarang kita sudah ...