Danke!

Kuseduh sedikit kopi malam itu, sedikit saja, hanya setengah gelas. Kuhirup dalam-dalam aromanya. Hangat, lalu kuminum sedikit demi sedikit untuk menenangkan dan menahan rasa kantukku.
Malam itu tanggal 2 April, kutunggu-tunggu kehadirannya. Karena esok, adalah ulangtahunku, umurku menginjak tujuh belas. Tak sedikit, tak juga banyak. Malam semakin larut, kopiku mulai dingin. Pukul 12 lewat, dan aku mulai merasakannya.
"Ah ternyata tak ada yang spesial" pikirku,
Lalu segera kutarik selimutku, kubiarkan kopiku begitu saja.

Esok paginya, masih biasa saja. Hanya alarm handphoneku yang membangunkanku, juga dering sms dari ayahku yang jauh disana yang memberi ucapan selamat dan doa-doa tulusnya.
Lalu ketika akhirnya kubuka line, kubaca semua pesan dari kalian, teman-temanku. Seakan-akan kalian semua didekatku, memelukku erat, rasanya.
Doa-doa yang kalian tulis, terbaca jelas di layar handphoneku. Aku amini setiap tulisan, kuucapkan banyak terimakasih atas kehangatan pesan yang kalian kirimkan. Sungguh, mungkin bagi kalian itu tak seberapa, tapi bagiku itu sebuah kebahagiaan yang amat besar.

Kulewati hari itu dengan menatap layar handphone. Meng-amin-i setiap doa, juga sedikit menertawakannya, karena kupikir beberapa ada yang nyeleneh, itu saja.
Bergulung-gulung dikasur dengan memencet-mencet remote televisi, hal yang biasa siapapun lakukan ketika bosan menghampiri mereka. Tapi ah tetap saja, itu hari yang membahagiakan.

Hari ini,
Kupikir takkan ada yang spesial. Kulalui sekolahku dengan sisa-sisa kebahagiaan yang ada. Hanya saja, pms sedikit mengganggu hariku. Membuatku ingin segera pulang dan cepat cepat bertemu kasur dikamarku. Bandel sedikit lah, setelah bel pulang sekolah rasa bosan dan ingin segera pulang hilang begitu saja. Aku pergi bersama mereka teman-temanku ke suatu pameran, entah apa namanya, aku tak mengingatnya.

Pulang kerumah adalah tujuanku, tak ada yang aneh rasanya. Tapi ternyata, kalian semua tadi ada disini, ditempatku menulis ini. Entah bagaimana caranya tadi, tapi kalian sudah ada disini, membuat hiasan-hiasan bertuliskan selamat ulangtahun, sederhana saja, tapi sungguh, besar artinya bagiku. Kulewati sore tadi dengan mengamati dinding kamarku, beberapa kali tersenyum padanya, dan berkali-kali kubaca pesannya. Malam tadi ternyata kalian datang lagi padaku, membawakanku kue, lilin, air entah bercampur apa, dan ucapan selamat, tapi bagiku, tak hanya itu.

Dan malam ini kuseduh lagi kopiku, lagi-lagi hanya separuh gelas. Aroma khasnya, menemaniku menulis ini. Entah kenapa aku terbawa begitu saja, tawa lepas kalian tadi, membuatku merasakannya. Kalian benar-benar teman yang baik, tak sekedar candaan remeh yang ada pada diri kalian, tapi ketulusanlah yang membuatku merasa menjadi orang paling berutung sedunia. Menemukan teman seperti kalian bukan hal yang mudah. Masa-masa SMA ku mungkin tak akan semanis kopi yang kubuat jika tak bertemu kalian.

Aku menuliskan ini untuk kalian, dengan semua rasa bahagia, dan beberapa tetes air mata. Maaf hanya ini yang bisa aku persembahkan. Aku sudah berusaha meluapkan semua yang aku bisa. Kuucapkan banyak terimakasih untuk teman-teman terbaik yang pernah ada dihidupku. Tak henti-hentinya aku doakan kalian, orang-orang yang kusayangi, agar selalu bahagia, dan tercapai cita-citanya. Sampai kapanpun, aku pasti akan mengingat kalian. Orang-orang yang selalu ada bersamaku.
Sekali lagi, terimakasih banyak! arigatou! danke! ;)




Regards,
Dinul

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lollipop KAMSEUPAY

Aku Ingin