Firasat

Lagu-lagu di handphone ku terus mengalun. Aku melamun mendengarkannya. Dengan headphone yang menggantung di telingaku. Sampai akhirnya sampai pada satu lagu yang membuatku semakin masuk dalam dunia khayalku.

"Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu
Desau angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku"

Aku ada di hamparan rumput yang sangaaaat indah. Bagaikan di new zealand :D

"Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu"
Aku duduk di depan jendela. Terus menatap langit malam. Seakan kamu sedang tersenyum kepadaku.

"Tabur bintang serupa kilau auramu"
 Kamu terus tersenyum kepadaku dari atas sana. Pesonamu begitu kuat.

"Aku pun sadari, ku segera berlari"
 Aku berdiri dan bangkit dari tempat dudukku. Aku segera berlari. Entah kemana. Yang penting adalah aku harus menemuimu.

"Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk cepat pulang
Cepat kembali, jangan pergi lagi"


"Akhirnya bagai sungai yang mendamba samudera
Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara
Semoga ada waktu sayangku"

Akhirnya aku menemukanmu. Sedang duduk di pinggir lapangan basket seperti biasa. Tapi kali ini ada yang tak biasa. Kamu sedang bersama seseorang.

"Ku percaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda"

Ya! perasaan ku, semua rasa gelisahku tadi memang sebuah pertanda.

"Firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya
Aku tak peduli, ku terus berlari" 


"Cepat pulang cepat kembali, jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk cepat pulang. Cepat kembali, jangan pergi lagi"


"Dan lihatlah sayang. Hujan terus membasahi seolahku berair mata"
Aku terus menatapmu dalam diam. Dalam hujan.

"(cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi
Firasatku) ingin kau tuk cepat pulang
(cepat kembali, jangan pergi lagi) ku hanya ingin kau kembali
(firasatku ingin kau tuk cepat pulang) pulang
(cepat kembali, jangan pergi lagi)"


"Aku pun sadari
Kau takkan kembali lagi"

Kau memang takkan kembali lagi. Sudah jelas. Senyummu yang terpancar pada bulan tadi hanyalah untuknya. Untuk seseorang yang ada disampingmu sekarang.

Semua ini memang sebuah khayalan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

lollipop KAMSEUPAY

Aku Ingin