Kali ini aku suka hujan
Rintik hujan itu menari-nari dihadapanku. Terlihat ceria sekali.
Aku terus duduk sambil menatapinya. Entah apa yang aku pikirkan, aku tak tahu. Hujan turun semakin deras. Membuat jalanan didepanku tak terlihat. Aku mengalihkan pandanganku ke arah tempat duduk kosong di halte penungguan bus di kanan kiriku. "Aku sendirian disini, tanpa handphone yang biasanya menemaniku" gumamku dalam hati. Ya, kali ini handphone ku kehabisan baterai, coba saja kalau tidak, setidaknya aku tidak merasa sepi seperti ini.
Terlihat sorot lampu motor mendekati pinggiran jalan. Terlihat disana seseorang yang menggunakan pakaian sama sepertiku, dan sepertinya aku mengenalinya. Orang itu adalah orang yang selalu membuatku melamun akhir-akhir ini. Kamu terlihat kedinginan, seragammu basah, tapi tidak terlalu. Kamu mengusap-usapkan kedua telapak tanganmu sambil meniup-niupnya. Aku sering mendapatkan pemandangan seperti ini ketika kamu terlambat masuk ke kelas saat hari sedang hujan.
Kamu berjalan mendekatiku, dan duduk disampingku. Aku bengong sesaat. Aku tak menyangka kamu ada disini sekarang dan duduk disampingku. Aku merasakan darah ku yang tadi membeku, sekarang menghangat. Detak jantungku yang tadinya serasa melambat karena kedinginan, sekarang berdetak normal bahkan lebih cepat.
"Hey"
Buyar sudah lamunanku. Tak sadar, ternyata sedari tadi aku memandangimu. Huh. Matilah aku. Kamu pasti akan merasa gr aku pandangi dengan tatapan berbinar-binar seperti tadi.
"Oh iya, kenapa disini?" Tanyaku ragu akan mendapatkan jawaban yang serius.
"Aku nggak bawa jas hujan nih, rumahku kan agak jauh. Ntar kehujanan, kedinginan, sakit deh hahaha" Candamu.
"Hahahaha, dasar" Aku ikut tertawa bersamamu. Aku masih belum sadar benar yang terjadi saat ini.
Beberapa menit berlalu setelah kita berdua berhenti tertawa. Hening, hanya terdengar tetesan hujan yang turun semakin derasnya. Aku tak berani melirik ke arahmu. Aku takut mataku akan mengatakan hal yang tidak-tidak. Otakku berfikir keras. Untuk apa kamu sedari tadi disini, bukannya biasanya kamu suka mengendarai motormu menerobos hujan. Aneh. Apa kamu ada disini untuk menjagaku. Dan menemaniku agar tidak kesepian dan merasa sendirian.
Yah memang sekarang aku merasa tak sendirian lagi. Aku sekarang bersamamu, duduk disampingmu. Apa? bersamamu. Aaargh ini benar-benar gila. Ini seperti mimpi.
Jantungku berdegup semakin kencang. Aku heran, benar benar heran. Akhirnya bus yang kutunggu datang. Aku tak ingin pergi dari sini, pergi dari mimpi indah ini. Aku merasa aku ingin lebih lama lagi disini, bersamamu.
Aku berdiri dan melihat ke arahmu dengan pandangan tak ingin pergi.
"Hey aku duluan ya"
"Iya duluan aja"
Aku tersenyum dan melambaikan tangan kearahmu. Dalam hatiku aku berterimakasih padamu karena telah mau menemaniku menunggu bus datang.
Aku masuk ke bus dan duduk di bagian depan. Bus berjalan perlahan. Aku dapat melihatmu jelas dari kaca spion bus yang kutumpangi.
Aku melihatmu berdiri berjalan menuju motormu yang terparkir di pinggir jalan. Kamu membuka bagasi motormu. Tunggu dulu.. Apa? Kamu mengeluarkan jas hujan dari sana? Jadi sebenarnya kamu membawa jas hujan?
Berarti kamu memang sengaja ingin bersamaku menemaniku tadi.
Benar sekali dugaanku. Sambil tersenyum, aku berteriak dalam hati "Kali ini aku suka hujaaaaan!" <3
Aku terus duduk sambil menatapinya. Entah apa yang aku pikirkan, aku tak tahu. Hujan turun semakin deras. Membuat jalanan didepanku tak terlihat. Aku mengalihkan pandanganku ke arah tempat duduk kosong di halte penungguan bus di kanan kiriku. "Aku sendirian disini, tanpa handphone yang biasanya menemaniku" gumamku dalam hati. Ya, kali ini handphone ku kehabisan baterai, coba saja kalau tidak, setidaknya aku tidak merasa sepi seperti ini.
Terlihat sorot lampu motor mendekati pinggiran jalan. Terlihat disana seseorang yang menggunakan pakaian sama sepertiku, dan sepertinya aku mengenalinya. Orang itu adalah orang yang selalu membuatku melamun akhir-akhir ini. Kamu terlihat kedinginan, seragammu basah, tapi tidak terlalu. Kamu mengusap-usapkan kedua telapak tanganmu sambil meniup-niupnya. Aku sering mendapatkan pemandangan seperti ini ketika kamu terlambat masuk ke kelas saat hari sedang hujan.
Kamu berjalan mendekatiku, dan duduk disampingku. Aku bengong sesaat. Aku tak menyangka kamu ada disini sekarang dan duduk disampingku. Aku merasakan darah ku yang tadi membeku, sekarang menghangat. Detak jantungku yang tadinya serasa melambat karena kedinginan, sekarang berdetak normal bahkan lebih cepat.
"Hey"
Buyar sudah lamunanku. Tak sadar, ternyata sedari tadi aku memandangimu. Huh. Matilah aku. Kamu pasti akan merasa gr aku pandangi dengan tatapan berbinar-binar seperti tadi.
"Oh iya, kenapa disini?" Tanyaku ragu akan mendapatkan jawaban yang serius.
"Aku nggak bawa jas hujan nih, rumahku kan agak jauh. Ntar kehujanan, kedinginan, sakit deh hahaha" Candamu.
"Hahahaha, dasar" Aku ikut tertawa bersamamu. Aku masih belum sadar benar yang terjadi saat ini.
Beberapa menit berlalu setelah kita berdua berhenti tertawa. Hening, hanya terdengar tetesan hujan yang turun semakin derasnya. Aku tak berani melirik ke arahmu. Aku takut mataku akan mengatakan hal yang tidak-tidak. Otakku berfikir keras. Untuk apa kamu sedari tadi disini, bukannya biasanya kamu suka mengendarai motormu menerobos hujan. Aneh. Apa kamu ada disini untuk menjagaku. Dan menemaniku agar tidak kesepian dan merasa sendirian.
Yah memang sekarang aku merasa tak sendirian lagi. Aku sekarang bersamamu, duduk disampingmu. Apa? bersamamu. Aaargh ini benar-benar gila. Ini seperti mimpi.
Jantungku berdegup semakin kencang. Aku heran, benar benar heran. Akhirnya bus yang kutunggu datang. Aku tak ingin pergi dari sini, pergi dari mimpi indah ini. Aku merasa aku ingin lebih lama lagi disini, bersamamu.
Aku berdiri dan melihat ke arahmu dengan pandangan tak ingin pergi.
"Hey aku duluan ya"
"Iya duluan aja"
Aku tersenyum dan melambaikan tangan kearahmu. Dalam hatiku aku berterimakasih padamu karena telah mau menemaniku menunggu bus datang.
Aku masuk ke bus dan duduk di bagian depan. Bus berjalan perlahan. Aku dapat melihatmu jelas dari kaca spion bus yang kutumpangi.
Aku melihatmu berdiri berjalan menuju motormu yang terparkir di pinggir jalan. Kamu membuka bagasi motormu. Tunggu dulu.. Apa? Kamu mengeluarkan jas hujan dari sana? Jadi sebenarnya kamu membawa jas hujan?
Berarti kamu memang sengaja ingin bersamaku menemaniku tadi.
Benar sekali dugaanku. Sambil tersenyum, aku berteriak dalam hati "Kali ini aku suka hujaaaaan!" <3
Komentar
Posting Komentar