Hujan dan Awan
Hujan dan awan.
Awan cerah yang bergerak perlahan, pergi entah kemana, meninggalkan awan-awan lainnya, bahkan kawannya sendiri, awan gelap.
Kanvas biru kini kelabu, bahkan senja tak dapat menorahkan semburat mega senjanya, tak henti-hentinya seperti itu.
Hujan pun tak mau kalah. Ia seperti ingin cepat-cepat tiba, seperti tergesa-gesa ingin segera jatuh menyentuh tanah, dan menghasilkan aroma-aroma khas yang hanya dimilikinya.
Hujan dan awan, suatu perpaduan yang tak mungkin bisa dipisahkan, bahkan oleh sang matahari.
Komentar
Posting Komentar